Sekali lagi, perjuangan pemberantasan korupsi melalui jalur pendidikan harus dilakukan karena memiliki tingkat keefektifan yang tinggi dalam membentuk suatu pemahaman yang menyeluruh pada masyarakat tentang bahaya korupsi. Dari pemahaman pada nantinya akan menghasilkan suatu persepsi atau pola pikir masyarakat secara keseluruhan bahwa korupsi adalah musuh utama bangsa. Selama ini harus kita akui bahwa kita belum menjadikan korupsi sebagai musuh utama yang harus dihilangkan, inilah yang menjadi penyebab mengapa korupsi bukannya makin sedikit malah sebaliknya semakin membukit. Dengan kenyataan seperti ini perjuangan pemberantasan korupsi melalui jalur pendidikan bukanlah sebuah alternative melainkan sebuah kewajiban !

Semua hal tentang bahaya korupsi dan segala yang berhubungan dengan perbuatan korupsi kita rangkum dalam sebuah mata pelajaran baru. Di daerah setiap murid sejak SD sampai SMA sampai perkuliahan memiliki beban untuk mempelajari banyak mata pelajaran. Artinya para pelajar di daerah “sudah terbiasa” apabila suatu saat ada sebuah mata pelajaran baru yang diberi nama : mata pelajaran Anti-Korupsi.

Saya kira kemunculan mata pelajaran ini akan menjadi peristiwa terheboh dalam sejarah dunia pendidikan Indonesia, bagi para koruptor yang jumlahnya tak terhitung peristiwa ini akan mereka sebut sebagai bencana nasional, mengalahkan kuatnya guncangan gempa di Sumatera Barat dan Kerinci.

Pendidikan anti korupsi kepada pelajar di daerah ini sudah saatnya di mulai. Salah satu cara dengan menjadikan pendidikan anti korupsi sebagai salah satu mata pelajaran. Karena sudah waktunya daerah ini mencetak generasi baru yang ada didaerah ini menjadikan generasi yang benar-benar anti korupsi dan itu bukan saja sebagai selogan semata yang hanya bisa disampaikan tanpa bukti untuk menghentikannya bahkan, menyatakan korupsi sebagai musuh bersama dalam kehidupannya.

Pengetahuan tentang korupsi perlu di ketahui oleh pelajar. Pengetahuan itu bukan hanya tentang bagaimana melakukan korupsi serta berapa banyak uang daerah dan Negara yang di curi. Tetapi jauh dari itu perlu di ceritakan tentang dampak dari korupsi itu bagi masa depan daerah dan bangsa. Karena dampak yang ditimbulkan oleh tindakan koruptor begitu besar agar menggugah para siswa untuk membenci korupsi dalam kehidupannya.

Pendidikan anti korupsi di sekolah merupakan terobosan baru yang sangat penting bagi masa depan daerah dan bangsa. Sungguh sangat berat bagi daerah ini untuk bangkit dari keterpurukannya, bila ternyata korupsi masih merajalela. Sehingga kita perlu mengalahkan korupsi dengan memberikan pemahaman baru kepada generasi harapan bangsa tentang konsekuensi  yang sangat fatal bila korupsi masih menjadi kebiasaan di negeri dan daerah ini.

Dalam pengajaran pendidikan korupsi sudah harus di pahami dulu dalam mempersiapkan diri guru dalam pengajarannya sehinggga apa yang akan di ajarkan tersampaikan kepada siswa yang ada di daerah dan menjadikan siswa tahu dan takut akan dan sangat membencikan korupsi tersebut baik korupsi yang sudah berskala besar maupun berskala kecil dalam kehidupan sehari-hari siswa tersebut.

Yang terpenting dari pendidikan Anti-Korupsi adalah bagaimana menanamkan sebuah pola pikir kepada masyarakat terutama para pelajar yang merupakan calon-calon pemimpin untuk mengharamkan dan membenci suatu perbuatan yang dinamakan korupsi. Sehingga dengan demikian akan menumbuhkan kembangkan generasi yang anti korupsi dimulai sejak awal dan kelak semua generasi yang sebagai ujung tombak pembangunan daerah ini mengharapkan korupsi berada ataukah menghinggapi disegenap daerah ini sehingga membuat semua anggaran dan perencanaan anggaran yang akan kita laksanakan akan berjalan dengan apa yang telah ditetapkan dan tidak pernah ada lagi kita melihat pembangunan di daerah yang dikerjakan dengan setengah hati ataukah dengan setengah angggaran sehingga produk yang kita buat dan dibuat oleh generasi yang sudah terpupuk oleh azas tanpa korupsi menjadi suatu wahana kemajuan pembangunan didaerah dan menjadikan daerah kita sebagai pedoman dan panutan baik didaerah sendiri maupun di daerah lain. Dan dengan demikian akan mempercepat proses pembangunan yang ada didaerah kita yang sudah banyak tertinggal dari daerah lainnya.

Pendidikan politik bagi pelajar adalah bagaimana mengajarkan kepada mereka tentang cara berpolitik yang benar agar mereka tidak menjadi politikus busuk dimasa depan. Akan tetapi mereka lebih tahu bagaimana sebagai politisi yang menjunjung tinggi etika dan adat ketimuran yang sudah dari dulu disebutkan bahwa daerah kita yang kuat memengang adat dan istiadat seperti pepatah adat mengatakan bahwa “adat basadi sarak, sarak basandi kitabullloh” disini jelas bahwa dalam kehidupan sehari yang sudah memjadi budaya kita di daerah ini mempunyai adat yang kuat dan sangat di segani oleh daerah lain, oleh karena itu dalam pendidikan politik yang kita berikan kepada siswa sudah seharus politik yang beratika dan menjunjung adat dan istiadat, tidak ada lagi politikus yang seperti “mengunting dalam lipatan, mendorong kawan seiring, dan bahkan telunjuk lurus kelingking berkait”, sehingga kelak generasi yang ada di daerah ini, tidak lagi mempunyai politisi yang menghalalkan cara, sikut kiri dan kanan,dan mengunting kait dalam lipatan, akan tetapi mempunyai rasa demokrasi yang tinggi seperti yang sudah kita lihat sendiri di negara barat yang notabene nya jauh sekali dari pengetahuan adat maupun istiadat akan tetapi mereka mampu membuat sebuah demokrasi yang menjunjung tinggi etika tersebut.

dan akan tetapi mereka (peserta didik) lebih jauh tidak boleh melibatkan diri dalam politik karena mereka perlu memikirkan dulu tentang pendidikannya. Kalau mereka terlibat langsung dalam politik praktik, kita khawatirkan akan mengganggu dunia pendidikan yang sedang di jalaninya.

Kesadaran remaja tentang dunia politik yang benar perlu di ketahui karena cara berpolitik yang benar juga sangat berpengaruh bagi masa depan daerah dan bangsa. Jangan sampai para remaja menerima informasi yang salah tentang perpolitikan di daerah ini. Karena kedepan daerah ini perlu di isi oleh politikus-politikus yang beretika, dan tidak menghalalkan segala cara, tidak saling sikut kiri dan kanan dan akhirnya tidak banyak mengunting kain dalam lipatan dan musang berbulu ayam yang selama ini banyak menghancurkan pola politik yang ada di daerah ini.