SMP NEGERI 1 SUNGAI PENUH KODYA SUNGAI PENUH

RASIONAL

    Profesi Guru Pembimbing ( Konselor ) merupakan suatu profesi yang keahlian nya melayani peserta didik dengan paradigma layanan bantuan yang dapat bersipat paedagogis, psikologis, dan religius / spritual,

    Peserta didik sebagai adalah orang yang sedang berada dalam proses perkembangan, yaitu berkembang kearah kematangan atau kemandirian.

Untuk mencapai kematangan dan kemandirian tersebut siswa perlu mendapatkan bimbingan, karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungan, juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Proses perkembangan peserta didik tidak selalu berlangsung sebagai mana yang kita inginkan, atau terbebas dari segala macam godaan tan tantangan, tidak sedikit ditemui peserta didik yang terjerumus pada kegiatan yang merugikan diri sendiri dan menghancurkan masa depannya. Begitu banyak ditemui peserta didik yang gagal dalam pendidikan . Dengan kata lain, proses perkembangan itu tidak selalu berjalan lurus, atau searah dengan potensi, harapan dan nilai-nilai yang dianut. Menyikapi hal tersebut semua personil sekolah, khususnya koordinator BK bersama Guru Pembimbing yang terdepan dalam pemberian layanan pada peserta didik harus memproggramkan atas segala kegiatan layanan yang akan diberikan, sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa, dan tentunya dapat terlaksana dengan baik.

    

VISI DAN MISI SEKOLAH

Visi



 

 

 

 

 

 

 

Misi Sekolah


 

VISI DAN MISI PELAYANAN KONSELING

VISI PELAYANAN KONSELING

” TERWUJUDNYA KEHIDUPAN KEMANUSIAAN YANG MEMBAHAGIAKAN MELALUI TERSEDIANYA PELAYANAN BANTUAN DALAM PEMBERIAN DUKUNGAN PERKEMBANGAN DAN PENGENTASAN MASALAH AGAR PESERTA DIDIK BERKEMBANG SECARA OPTIMAL, MANDIRI DAN BAHAGIA”

 

 

MISI PELAYANAN KONSELING


1. Misi Pendidikan, Yaitu Memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan prilaku tepat guna-Normatif dalam kehidupan keseharian dan masa depan.

 

2. Misi Pengembangan, Yaitu Memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik didalam lingkungan sekolah,keluarga dan masyarakat.

 

3. Misi Pengentasan Masalah, Yaitu Memfasilitasi pengentasan masalah peserta didik mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.

 

 

TUJUAN PELAYANAN KONSELING

Tujuan pemberian Pelayanan Konseling agar siswa dapat :

    

  1. Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karier serta kehidupannya di masa yang akan datang,
  2. Mengembangkan keseluruhan potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin,
  3. Menyesuaikan diri dengan lingkungan kerjanya,
  4. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun lingkungan kerja.

 

Secara khusus Pelayanan Konseling bertujuan untuk membantu siswa atau peserta didik agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya, yang meliputi aspek pribadi, social, belajar ( akademis ), dan karier.Lebih khusus lagi tujuan-tujuan tersebut dirumuskan dalam bentuk kompetensi.

 

 

BIDANG- BIDANG BIMBINGAN KONSELING

    Bidang-bidang BK yang dilaksanakan sehubungan dengan kegiatan layanan bimbingan, adalah sebagai berikut :

 

Bimbingan pribadi.

  1. Pemantapan sikap dan kebiasaan serta pengembangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa.
  2. Pemantapan pemahaman tentang potensi diri dan pengembangannya untuk kegiatan-kegiatan yang kreatif dan prodiktif, baik dalam kehidupan sehar-hari maupun untuk peranannya dimasa dating.
  3. Pemantapan pemahaman tentang bakat dan minat pribadi serta penyaluran dan pengembangannya melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif.
  4. Pemantapan pemahaman tentang kelemahan diri dan usaha-usaha penaggulangannya.
  5. Pemantapan kemampuan mengambil keputusan dan mengarahkan diri secara mandiri sesuai dengan system etika, nilai kehidupan dan moral, serta apresiasi seni.
  6. Pemantapan dalam perencanaan dan penyelenggaraan hidup sehat, baik secara rohaniah maupun jasmaniah, termasuk perencanaan hidup berkeluarga.

     

Bidang Sosial

  1. Pemantapan kemampuan berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan secara efektif, efesien, dan produktif.
  2. Pemantapan kemampuan menerima dan mengemukakan pendapat secara berargumentasi secara dinamis dan kreatif.
  3. Memantapkan kemampuan bertingkah laku dan berhubungan social, baik di rumah, di sekolah, di tempat latihan / kerja / unit produksi maupun di masyarakat luas dengan menjunjung tinggi tata krama, sopan santun, serta nilai-nilai agama, adat istiadat, hokum, ilmu, dan kebiasaan yang berlaku.
  4. Pemantapan hubungan yang dinamis, harmonis, dan produktif dengan teman sebaya, baik di sekolah yang sama, di sekolah lain, di luar sekolah, maupun di masyarakat pada umumnya.
  5. Pemantapan pemahaman tentang peraturan, kondisi rumah, sekolah, dan lingkungan, serta upaya pelaksanaannya secara dinamis dan bertanggung jawab.
  6. Orientasi tentang kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,

 

Bidang Belajar.

  1. Pemantapan sikap, kebiasaan, dan keterampilan belajar yang efektif dan efesien serta produktif, dengan sumber belajar yang lebih bervariasi dan kaya.
  2. Pemantapan disiplin belajar dan berlatih, baik secara mandiri maupun berkelompok.
  3. Pemantapan penguasaan materi program belajar keilmuan, teknologi dan atau seni di SMA dan sebagai persiapan untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi.
  4. Pemantapan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik, social dan budaya di lingkungan sekolah, dan atau alam sekitar, serta masyarakat untuk pengembangan diri.
  5. Orientasi belajar untuk pendidikan tambahan dan pendidikan yang lebih tinggi.

     

Bimbingan Karier

  1. Pemantapan pemahaman diri berkenaan dengan kecenderungsn karier yang hendak dipilih dan dikembangkan.
  2. Pemantapan orientasi dan informasi karier pada umumnya, khususnya karier yang hendak dipilih dan dikembangkan.
  3. Orientasi dan informasi terhadap dunia kerja dan usaha memperoleh penghasilan yang baik dan halal untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  4. Pengenalan berbagai lapangan kerja yang dapat dimasuki tamatan SLTA.
  5. Orientasi dan informasi terhadap pendidikan tambahan dan pendidikan yang lebih tinggi, khususnya sesuai dengan karier yang hendak dikembangkan.

 

KEGIATAN LAYANAN DAN PENDUKUNG

 

Layanan Bimbingan dan Konseling


Layanan bimbingan dan konseling dilakukan melalui kontak langsung dengan siswa, dan secara langsung berkenaan dengan permasalahan ataupun kebutuhan yang dirasakan siswa. Kegiatan itu difokuskan kepada salah satu atau beberapa kompetensi yang hendaknya dicapai / dikuasai siswa, layanan – layan tersebut adalah sebagai berikut :

 

 

Layanan Orientasi

Yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah / Madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingklungan yang baru.

 

Layanan Informasi

Yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, social, belajar, karier / jabatan dan pendidikan lanjutan.

 

Layanan Penempatan dan Penyaluran

Yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.

 

Penguasaan Konten

Yaitu laying yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu. Terutam kompetensi dan atau kebiasaanb yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

 

Layanan Konseling Perorangan

Yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.

 

Layanan Bimbingan Kelompok

Yaitu layanan yang membantu peserta dalam mengembangkan pribadi, kemampuan hubungan social, kegiatan belajar, karir/jabatan., dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.

 

Layanan Konseling Kelompok

Yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.

 

Layanan Konsultasi

Yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalm memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.

 

Layanan Mediasi

Yaitu, layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka.

 

 

KEGIATAN PENDUKUNG

Kegiatan ini pada umumnya dapat dilaksanakan tanpa kontak langsung dengan siswa. Kegaiatn pendukung yang akan dilakukan adalah :

 

Aplikasi Instrumentasi

Yaitu, kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrument, baik tes maupun non – tes

 

Himpunan Data

Yaitu, kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan. Sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersipat rahasia.

 

 

 

 

Konferensi Kasus

Yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat dapat memberikan data. Kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersipat terbatas dab tertutup.

 

Kunjungan Rumah

Yaitu, kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya.

 

Alih tangan kasus

Yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.

 

Tampilan Kepustakaan

Yaitu, kegiatan menyediakan berbagai bahan pestaka yang dapat di gunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan social, kegiatan belajar, dan karir/jabatan.

 

 

PENILAIAN


Sebagai upaya pendidikan, khususnya dalam rangka pengembangan kompetensi siswa, hasil-hasil layanan bimbingan dan konseling di evaluasi, baik melalui penilaian terhadap hasil layanan maupun proses pelaksanaannya. Penilaian ini selanjutnya dapat dipakai untuk melihat keefektifan layanan di satu sisi, dan sebagai dasar pertimbangan bagi pengembangannya di sisi lain.

 

Penilaian hasil Layanan

Penilaian hasil layanan dilakukan dalam tiga tahap.

  1. Penilaian segera ( Laiseg ), dilakukan segera setelah atau menjelang diakhirinya layanan yang dimaksud.
  2. Penilaian jangka Pendek ( Laijapen ), Dilaksanakan selang beberapa hari sampai paling lama satu bulan.
  3. Penilian jangka panjang ( Laijapang ), penilain lebih menyeluruh setelah dilaksanakannya layanan dengan selang satu unit waktu tertentu, Semester / tahunan.

 

Penilaian proses Kegiatan

Penilaian dalam bimbingan konseling dilakukan juga terhadap proses kegiatan dan pengelolaan, yaitu terhadap :

  1. Kegiatan layanan BK
  2. Kegiatan pendukung BK
  3. Mekanisme dan instrumentasi yang digunakan dalam kegiatan,
  4. Pengelolaan dan administrasi kegiatan.

 

Khusus dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan konseling melalui Pengembangan Diri
siswa sebagai mana yang telah diatur dalam kurikulum KTSP, maka pelaksanaan kegiatannya dilaksanakan dalam bentuk kegiatanan tatap muka setara 2 x 45 jam pelajaran / lokal. Dan setiap akhir semester setiap siswa diberi nilai, sbb :

 

        A     = Memuaskan

        B     = Memadai

 

STRATEGI PELAKSANAAN

     Pelaksana pelayanan bimbingan dan konseling melibatkan segenap unsur yang terkait di dalam organisasi pelayanan bimbingan dan konseling, seperti : Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru mata pelajaran, wali kelas , dengan koordinator BK dan Guru Pembimbing / konselor sebagai pelaksana utamanya.

    Selain diberdayakan personil sekolah, pengelolaan Bimbingan dan konseling di sekolah juga memanfaatkan peran orang tua siswa / Komite Sekolah serta tenaga ahli lainnya, seperti Dokter, Prikolog dan psikiater.

     Dalam mendapatkan berbagai gambaran tentang peserta didik, khususnya yang menjadi binaan langsung guru pembimbing, selain menggunakan berbagai instrument, juga di sediakan Kartu komunikasi, yang memuat berbagai informasi peserta didik yang ditemui oleh guru baik saat proses belajar mengajar berlangsung maupun di luar kegiatan belajar..juga upaya tindakan yang dilakukan.

Khusus kegaiatan pelayanan konseling yang dilakukan pada kegiatan pengembangan diri, pada bidang-bidang tertentu melibatkan guru atau pihak terkait lainnya, dengan langsung mendatangkan yang bersangkutan ke dalam kelas atau dengan meminta bantuan materi atau bahan kegiatan pelayanan.

        

SARANA DAN PRASARANA

  1. Ruang tempat memberikan pelayanan kepada siswa secara umum ( Ada )
  2. Ruang tempat Konseling perorangan ( Ada tetapi kurang memadai)
  1. Ruang untuk layanan dan kegiatan pendukung dengan format kelompok dan klasikal     ( bisa ruang kelas )    ( Ada )
  2. Tempat penyimpanan :
    1. Himpunan data siswa, individu dan kelompok
    2. Himpunan dana informasi umum ( pendidikan, pekerjaan )
    3. Instrumen BK, dan
    4. Format – format pelaksanaan layanan dan kegiatan pendukung BK.
    5. Penampilan berbagai informasi actual tentang kesempatan pendidikan, lowongan pekerjaan, berita hangat, dsbnya.

5. Komputer                                 1 unit

6. Printer                                1 unit

7. Instrumen BK

a. Buku PSKB ( Photo Copy ) 45 buku                 ( 450 lembar )

b. Lembaran jawaban PSKB                      2000 lembar

c. Blangko angket siswa Kebutuhan Materi Layanan Konseling 800 lembar

d. Buku AUM ( Photo Copy ) 45 buku                 ( 450 lembar )

e. Lembaran jawaban AUM                     2400 lembar    

8. ATK

a. Kertas HVS                             5 RIM

b. Tinta Printer                            4 Botol (@ 100 ml)

c. Map Plastik                             28 buah

d. Map Biasa                             21 buah

e. Buku Polio besar                             4 buah

 

 

 

 

 

Mengetahui                            Sungai Penuh, 31 Desember 2009

Kepala sekolah                        Guru Bimbingan Konseling

 

 

 

A Z R E F L I. S.Pd                        Ade Saputra, S.Pd.,M.M.

NIP. 1965 1030 198903 1 009                NIP. 19730920 199703 1 00

 

 

ANALISIS KEBUTUHAN PELAYANAN KONSELING

PRIBADI

  1. Tingkat pengetahuan dasar (input) rendah
  2. Kehidupan keluarga yang kurang harmonis (broken)
  3. Tingkat kehidupan ekonomi lemah
  4. Kurang kontrol, motivasi dari orang tua dalam belajar
  5. Tidak bisa mangatur waktu belajar
  6. Merasa tertekan
  7. Tidak berani mengemukakan gagasan atau ide
  8. Tidak mengetahui pola hidup sehat
  9. Selalu menunda-nunda waktu
  10. Kurang tertib
  11. Kurang teliti
  12. Berkata-kata kotor
  13. Kesehatan reproduksi remaja (KRR)
  14. Sek education
  15. Ketergantungan alkhohol dan narkoba
  16. Meyakini kaidah-kaidah ajaran agama yang dianutnya
  17. Memahami dan menerima perubahan fisik dan psikis pada diri sendiri
  18. Memahami dan menerima peranan pribadi dalam kelompok sebaya sebagai pria dan wanita
  19. Memahami dan menjalankan nilai dan cara berprilaku pribadi dalam kehidupan diluar kelompok sebaya

SOSIAL

  1. Kurang tatakrama
  2. Suka menyendiri
  3. Kurang gembira
  4. Banyak bermain
  5. Kurang bertanggungjawab
  6. Takut dengan guru
  7. Suka mengejek teman
  8. Tidak memiliki sikap yang baik
  9. Kurang mencontoh hal-hal yang baik dan positif

10. Mengganggu suasana kelas ketika sedang belajar

11. Melanggar tata tertib sekolah

12 .Akhlak berkomunikasi

13 .Memahami perananan diri dalam kelompok sebaya antara pria dan wanita

14. Membina hubungan sosial dengan teman sebaya

15. Pengenalan lingkungan sekolah

 

BELAJAR

  1. Sarana belajar siswa yang kurang mendukung
  2. Tidak mengetahui konsep belajar yang baik
  3. Malas mengerjakan PR
  4. Mengerjakan PR tidak tepat waktu
  5. Siswa kurang aktif dalam belajar
  6. Merasa jenuh dalam belajar karena belajar dianggap kurang menarik
  7. Sulit mengikuti pelajaran
  8. Tes hasil belajar rendah dan tidak menjadi motivasi untuk belajar
  9. Nilai berada dibawah rata-rata kelas
  10. Siswa Suka keluar pada jam belajar dengan alasan ke WC
    1. Kurang berminat terhadap mata pelajaran tertentu, siswa kls. VIII (Matematika VIIIB, fisika VIIIA-C, Biologi dan Komputer(VIIIC)
  11. Suka meninggalkan Buku pelajarannya didalam laci kelas
  12. Orang tua kurang memenuhi panggilan sekolah
  13. Daya tangkap lemah
  14. Menulis kurang bisa
  15. Motivasi belajar setelah ujian
  16. Cara berfikir logis,kritis,kreatif,dan inovatif
  17. Karya ilmiah remaja
  18. Menciptakan lingkunga belajar yang kondusif (7K)
  19. Pengaruh teman sebaya dalam belajar
  20. Suka Mencontek
  21. Kurang konsentrasi dalam belajar

 

KARIR

  1. Kurang kreativitas
  2. Kurang informasi pendidikan lanjutan
  3. Informasi jabatan
  4. Potensi daerah, lingkungan alam, dan seni budaya
  5. Hambatan dan cara mengatasinya
  6. Pengambilan keputusan

    7. Menjalankan kaidah-kaidah agama dan pengarahan diri unruk pengembangan karir

    8.     Rencana masa depan

    9.     Pengaruh teman sebaya dalam belajar

    10.     Hubungan bakat dan minat dan potensi diri dengan karir.