Ciri-ciri yang dapat dikenali dari kiprah seorang pemimpin adalah bagaimana seorang pemimpin tersebut dalam menangani suatu permasalahan yang dihadapinya, kita sadar bahwa seorang pemimpin tidak luput dari setiap sudut permasalahan yang selalu menghampiri diri seorang pemimpin. Dan kelebih pemimpin dari orang biasa adalah dia selalu lebih dulu cepat dalam menyelesaikan masalah dari pada orang lain.

Cara berpikir seorang pemimpin selalu menerima dengan tangan terbuka setiap umpan balik yang diberikan kepada nya, dan ia selalu menghargai setiap pesan dari semua pesan yang di bawa oleh pembawa pesan, seorang pemimpin tersebut selalu memberikan reward kepada sipembawa pesan, meskipun isi pesan tersebut selalu tidak menyenangkan seperti “anda tidak menepati janji” atau “ini tidak adil”. Banyak orang merasa tidak mendapatkan umpan balik seperti yang diharapkan karena sipembawa pesan telah merasa takut lebih dahulu untuk menyampaikannya, seorang pemimpin biasanya jauh lebih tahu dan menghargai dari pada (ABS) asal bapak senang.

Seorang pemimpin yang memimpin dengan hati akan sangat cepat menyadari saat-saat ketika mereka melakukan sesuatu yang tidak semestinya, seorang pemimpin tersebut mampu untuk mengatakan hal seperti “saya sadar bahwa saya telah melanggar perjanjian kita” dan ” sebetulnya saya tidak mampu untuk menepati janji dan merealisasikan itu semua…. “ walaupun mereka melakukan lebih sedikit kesalahan dari pada yang dilakukan orang pada umumnya, pemimpin yang dihargai adalah mereka lebih cepat mau mengakui seperti “saya telah berbuat salah” atau “kelihatannya saya salah besar dalam menilai masalah tersebut.” Orang yang rasa percaya dirinya rendah tidak akan mampu mengakui kesalahan atau mau dihukum karena telah melanggar perjanjian, dan mereka selalu merasa diri merekalah yang benar.

Seorang pemimpin yang memimpin dengan hati, tidak membuang-buang waktu dengan menyesali kesalahannya, mereka menggunakan energi mereka untuk mencari penyelesaian (solusi). Seringkali penyelesaiannya begitu sederhana, misalnya saja mengatakan hal yang sebenarnya, tapi adakalanya seorang pemimpin akan merasa tidak enak dalam menghadapi perasaan tidak enak dari orang-orang yang dibohongi. Perjanjian tersebut mungkin bisa dirundingkan kembali atau permintaan maaf harus disampaikan kepada pihak bawahan tempat seorang pemimpin tersebut berjanji.

Dalam menghadapi situasi tersebut diatas seorang pemimpin dengan hati sudah harus menyiapkan langkah-langkah sebagai berikut, yakni ;

Langkah pertama : Hadapi apa yang terjadi dengan sikap sportif

Penyebab utama terjadinya bencana permasalahan dalam suatu organisasi yakni adalah seorang pemimpin berpaling kearah lain, dan tidak langsung menghadapi permasalahan sejak dini dan mencari solusi secepatnya. Dalam arti kata tak usah membela diri, berdalih, mencari-cari kebenaran, dan menghindar. Dan seorang pemimpin harus mengakui saja bahwa ia telah berbuat curang.

Langkah kedua : Terima situasi tersebut

Kebanyakkan dari pemimpin kita belum mampu benar-benar mengakui kesalahan karena adanya dua hambatan yakni :

  1. Pemimpin sering tidak mau menerima aspek yang tidak baik atau yang tidak indah pada saat tersebut.
  2. Banyak pemimpin mengira bahwa jika mereka menerima sesuatu, mereka akan terbelenggu oleh hal tersebut.

Ada sebuat paradoks jika seorang pemimpin menerima suatu masukan atau pesan yang kadang kala tidak mengenakkan, berarti ia memulai proses perubahan. Dan membuat menjadi terbolak balik, sehinggan menuju suatu perubahan yang utuh dalam hal tersebut.

Langkah ketiga : Menentukan pilihan

Pemimpin tahu bahwa dengan tidak memilih berarti ia akan terjebak dalam kebinggungan.

Langkah keempat : Bertindaklah

Langkah keempat ini akan membebaskan diri seorang pemimpin, langkah ini meminta pemimpin untuk memusatkan perhatian pada tindakan.

Sejalan dengan peningkatan kemampuan seorang pemimpin untuk mengatakan yang sebenarnya dan mematuhi perjanjian, akan didapati nantinya seornag pemimpin yang disukai dan disenangi oleh bawahan dimana saja dia berada.