kita melihat dan menengar di setiap dialog di televisi kita semua, banyak disampaikan tentang politisi, korupsi, dan masalah penyakit masyarakat yang berkembang di setiap sudut daerah kita di negara NKRI ini. terkadang dengan ramainya pemberitaan tersebut membuat kita sebagai penonton bertanya seberapa besarkah ketulusan para pemimpin kita untuk memimpin negeri ini, ataukah kita yang salah dalam memilih pemimpin kita, bukankan dalam pemilihan kita sudah sangat selektif baik itu dalam melihat figur maupun sepak terjang untuk kesungguhan pemimpin tersebut dalam memberikan pelayanan ketengah masyarakat.

ada sebuah pembicaraan dalam guyon masyarakat kita yang berkembang di tengah kita semua yakni, kalau mau cari uang harus lah dengan uang, sebuah konsep yang tertanam dalam setiap kepala masyarakat kita, sebenarnya kalaulah kita menyadari, bahwa setiap pekerjaan itu tidak selalu harus mengeluarkan uang dulu baru kita akan mendapatkan uang kembali, akan tetapi ini sudah sangat membudaya ditengah masyarakat kita.

proses pembudayaan ini sudah berlangsung lama, dan sudah saatnya budaya ini kita perlu mengadakan pencerahaan agar imeg masyarakatkan kita tidak selalu berprinsip demikian. ini adalah tugas kita bersama terutama para memimpin negeri ini.

hal yang menjadi sangat mendasar adalah pembudayaan dalam pemberian imbalan agar masyarakat kita memberikan imbalan dalam bentuk yang lain, yang pada akhirnya menyebabkan kesensaraan masyarakat juga.

kita misalkan saja dalam pemilihan kepala desa kalau kepala desa mengeluarkan dana yang  cukup besar dalam  memenangkannya, sudah barang tentu sang kepala desa akan berusaha mencari penganti uang yang telah dihilang tersebut, tidak ada jalan lain  tentu dg menghalalkan segala cara kebutuhan tersebut bisa terpenuhi.

siapakah yang salah dalam hal ini?…

masyarakat kita sudah terbiasa menerima uang dalam pemilihan apapun bentuknya akan menyengsarakan mereka juga  pada akhirnya, ini lah tugas kita semua yang menginginkan negeri ini ter bebas dari korupsi..

kita yakin dengan adanya niat yang tulus dari pemimpin dan masyarakat yang menentukan arah dan kebijakkan pembangunan kedepan.

negeri ini tentulah tidak mau terus diberitakan dengan bermunculnya informasi pencekalan dan penangkapan korupsi, kita tentu menginginkan berita yang menyatakan prestasi yang pernah kita raih atau pun persaingan luar negeri yang sangat mengembirakan.

system yang menjadi perhatian bagi pemerintah kita adalah system birokrasi, yang di mulai dari proses perekrutan sampai proses promosi yang susah sangat menyentuh sekali di tengah masyarakat terutama sekali dalam promosi pejabat di daerah dikenal dengan istilah cari uang dengan uang, sementara system kepegawaian semua itu sudah diatur dalam perundang-undangan jadi sebuah kemustahilan akan terjadi kongkalingkong dalam proses promosi seoranga staff memangku sebuah jabatan .

proses demikian terus bergulir disetiap sudut mata kita, pertanyaan yang harus kita jawab bersama adalah.
siapakah yang bertanggung jawab ?
siapakah yang bisa merubah system tersebut?
kapan harus dihentikan system yang sudah merakyat ini ?
mari kita semua merenungkan ini semua, demi kebaikan dimasa depan buat generasi kita kedepannya .